HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN, JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS

  • Veroneca Puji Astuti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta
  • Theresia Budi Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta
  • Anna Rejeki Simbolon Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta
Keywords: Hemodialisis, Kecemasan, Kualitas Tidur

Abstract

Kualitas tidur yang kurang akan mempengaruhi kesehatan secara fisiologis, biologis dan psikologis juga dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Gangguan kualitas tidur sering terjadi pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan, dan jenis kelamin dengan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini  merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional dengan melibatkan 107 pasien GGK yang menjalani hemodialisis rutin  di RS X Jakarta. Responden mengisi kuesioner   untuk menilai kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kuesioner Hospital Anxiety and Depressi Scale (HADS) untuk penilaian tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukan 89.7% responden mengalami kualitas tidur buruk, 90.7% mengalami tingkat kecemasan normal, dan 59.8% responden berjenis kelamin kelamin laki-laki.  Terdapat hubungan  bermakna antara kecemasan dengan kualitas  tidur  p-value 0.011, tidak ada hubungan bermakna jenis kelamin dan kualitas tidur. Kesimpulan : Saran : perawat perlu mengkaji tingkat kecemasan pasien, sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat untuk menjaga kualitas tidur pasien.

Published
2021-05-31
Section
Articles